Mie Setan Super Pedas Asli Malang
Analisis Segmentasi
Pasar Produk Lokal ‘Mie Setan Malang’
Produk ‘Mie Setan Malang’ merupakan
salah satu merk yang saat ini sedang fenomenal di Malang. Berdirinya produk ini
berawal dari gagasan pemilik untuk merebut peluang bisnis kuliner yang dapat memenuhi
permintaan konsumen akan mie. Ciri khas dari produk ini ialah nuansa serta
citra yang kuat yang berusaha ditanamkan pada masyarakat, yakni kesan horor dan
mistis. Dalam hal ini, kesan tersebut diproyeksikan pada cita rasa mie yang
pedas dengan berbagai level, pemberian nama pada menu-menu yang tersedia, desain
penyajian menu, hingga teknik tata ruang restoran yang secara total dirancang
agar relevan dengan label produk.
Sejak awal munculnya ide pemilik untuk
memproduksi ‘Mie Setan Malang’, pemilik sebelumnya telah mendeteksi adanya tren
variasi makanan pedas yang banyak diminati, seperti kripik pedas, dan
sebagainya. Kemudian, pemilik mengembangkan gagasannya untuk membangun bisnis
makanan pedas yang sesuai untuk ditawarkan pada masyarakat Kota Malang. Pemilik mengasumsikan bahwa
masyarakat Malang akan lebih tertarik dengan makanan seperti mie. Dengan
demikian, dapat disimpulkan bahwa target dan strategi pemasaran produk ‘Mie
Setan Malang’ telah ditetapkan sejak awal pendirian. Adapun analisis segmentasi
pasar produk ini ialah sebagai berikut:
a.
Segmentasi
Berdasarkan Kebutuhan
Berdasarkan
kebutuhan, sasaran pemasaran produk ini ialah konsumen-konsumen yang menyadari
kebutuhan akan makanan yang berkualitas dan variasi kuliner yang unik dengan
image pedas yang berciri khas. Berdasarkan kebutuhan, segmen pasar yang dituju
ialah para konsumen yang menyukai kuliner pedas, serta antusias dalam mencoba
makanan pedas untuk memenuhi keinginannya.
b.
Identifikasi
Segmen
Analisis
identifikasi segmen meliputi segmentasi pasar dari segi geografis, demografis,
psikografis, dan perilaku.
1)
Segmentasi
Geografis
Produk
‘Mie Setan Malang’ membidik pasar di daerah pusat perbelanjaan (central market). Hal ini dapat dilihat
dari pemilihan lokasinya yang berada di sekitar pos-pos yang banyak dikenal di
tengah kota, seperti alun-alun, MOG (Malang
Olympic Garden), dan pasar besar, yang tepatnya berada di Jalan Bromo
Malang.
Berdasarkan
segmentasi ini, dapat disimpulkan bahwa pembeli yang dituju ialah masyarakat
umum kota Malang, yang mudah untuk menjangkau lokasi karena letaknya yang
berada di pusat kota.
2)
Segmentasi
Demografis
Segmentasi demografis dapat ditinjau dari beberapa
kriteria berikut:
§
Usia
Target
yang dibidik oleh produk ‘Mie Setan Malang’ dapat mencakup usia 6 tahun hingga
64 tahun ke atas. Rentang usia yang dituju meliputi siklus hidup anak-anak,
remaja, hingga dewasa yang menggemari kuliner mie, khususnya mie pedas.
§
Jenis
Kelamin
Berdasarkan
jenis kelamin, pasar yang dibidik dapat dari kalangan pria maupun wanita. Dalam
hal jenis kelamin, segmentasi pasar bersifat universal karena yang ditawarkan
ialah produk makanan, yang dapat dikonsumsi baik oleh pria maupun wanita.
§
Pendapatan
Pasar
yang dituju diasumsikan orang-orang yang berpendapatan sekitar Rp
1.000.000,00/bulan ke atas. Meskipun demikian, kalangan mahasiswa yang pada
umumnya belum memiliki pendapatan juga dapat dibidik untuk memenuhi segmentasi
pasar.
§
Kelas
Sosial
Produk
‘Mie Setan Malang’ cenderung membidik kelas sosial menengah bawah, menengah,
menengah atas, hingga kalangan kelas atas karena harga yang ditawarkan untuk
makanan mie pada umumnya dapat dikategorikan diatas standar rata-rata, yakni Rp
8.000,00 per porsi, sedangkan untuk produk serupa lainnya sekitar Rp 6.000,00
tiap porsinya.
3)
Segmentasi
Psikografis
Target segmentasi psikografis produk ‘Mie Setan Malang’
cenderung pribadi-pribadi yang memiliki karakter sebagai berikut:
§
Peminat
kuliner pedas
Orang-orang
yang menggemari makanan pedas biasanya selalu ingin memenuhi keinginannya untuk
mencoba segala jenis makanan pedas. Kalangan tersebut merupakan target yang
paling mudah dijangkau produk.
§
Pecinta
tantangan
Kategori
ini terdiri dari kalangan orang-orang yang senang mencoba-coba segala sesuatu
yang bersifat menantang, baik dalam hal makanan, maupun kegemaran sejenis
lainnya. Tantangan yang ditawarkan produk, dimana konsumen akan dihadapkan pada
pilihan level-level mie, akan menarik antusiasme pecinta tantangan yang
cenderung ingin mengujikan dirinya pada level-level tersebut. Adapun hal yang
paling menantang dalam produk ini ialah tingkat kepedasan yang tinggi, mulai
dari level awal hingga level terakhir.
Produk
menawarkan lima level kepedasan mie, yakni dimulai dari level pertama yang
setara dengan
§
Penggemar
wisata kuliner
Kalangan
yang menyukai wisata kuliner juga merupakan salah satu target yang dibidik oleh
produk ini. Penggemar wisata kuliner akan mencoba tiap kuliner yang mereka
anggap berkualitas dan pantas direkomendasikan.
Mereka akan melakukan penilaian di setiap tempat makanan yang mereka
kunjungi, serta kemudian memutuskan apakah menu di tempat tersebut layak untuk
dikonsumsi kembali. Keunikan label ‘Mie Setan Malang’ serta ciri khas produk
menanamkan kesan yang kuat bagi pelanggannya dan akan menarik penggemar wisata
kuliner untuk datang, mencoba, dan memberikan respon positif setelah
mengkonsumsinya.
4)
Segmentasi
Perilaku
Variabel perilaku yang berpengaruh dalam segmentasi
produk ini dapat diidentifikasikan sebagai berikut:
§
Kejadian
Dalam hal ini,
kejadian didefinisikan sebagai aspek temporer yang mempengaruhi perilaku
pembelian konsumen terhadap produk. Adapun variabel kejadian yang dapat berpengaruh
ialah sebagai berikut:
-
Popularitas
jenis-jenis makanan pedas, yaitu suatu kejadian dimana muncul berbagai macam
makanan pedas yang fenomenal yang memicu para konsumen untuk mencoba beberapa
diantaranya, termasuk produk ‘Mie Setan Malang’;
-
Kebutuhan
akan makanan, yaitu suatu kejadian dimana konsumen merasa perlu untuk memenuhi
kebutuhan makanan baik secara terdesak karena rasa lapar, atau sekedar memenuhi
keinginan untuk mengkonsumsi makanan tertentu;
-
Terbawa
arus tren masyarakat yang sedang populer; yaitu suatu kejadian dimana konsumen
melakukan perilaku pembelian ketika mereka mengetahui eksistensi produk sebagai
bagian dari budaya masyarakat.
§
Manfaat
Manfaat merupakan
nilai guna yang ditawarkan produk sehingga mempengaruhi perilaku pembelian
konsumen. Adapun manfaat yang terdapat pada produk ini ialah:
-
Sebagai
pemuas kebutuhan yang mengatasi rasa lapar; hal ini merupakan fungsi utama yang
secara umum terdapat pada setiap produk makanan;
-
Sebagai
pemuas kebutuhan akan sensasi berbeda dan unik yang disajikan dalam produk
makanan; secara khusus, fungsi tambahan dari pemenuhan kebutuhan akan makanan
juga berpengaruh terhadap perilaku pembelian konsumen. Produk ini memberikan
sensasi horor dan mistis yang dikemas secara unik sebagai ciri khas tersendiri,
yang dapat memberikan pelanggan nilai guna tambahan sebagai kepuasan secara
abstrak akan pelayanan dan penyajian produk.
§
Status
Pengguna
Berdasarkan
berbagai jenis konsumen yang menjadi target pemasaran produk, status pengguna
‘Mie Setan Malang’ dapat diklasifikasikan menjadi:
-
Pengguna
potensial, terdiri dari konsumen yang berasal dari kalangan peminat kuliner
pedas yang masih belum mengetahui keberadaan produk;
-
Pengguna
pertama, terdiri dari kalangan pecinta tantangan maupun penggemar wisata
kuliner yang baru pertama kali melakukan keputusan pembelian;
-
Pengguna
teratur, terdiri dari ketiga kalangan – peminat makanan pedas, pecinta
tantangan, dan penggemar wisata kuliner – yang melakukan evaluasi setelah
konsumsi dan menyatakan puas akan produk, serta ingin mengulangi konsumsinya,
baik dengan motif ingin mencoba menu lain, mencicipi level yang lebih tinggi,
maupun memesan menu tertentu yang dianggap sempurna.
§
Tingkat
Penggunaan
Berdasarkan
motif-motif tersendiri yang dimiliki oleh berbagai kalangan konsumen dalam
membeli produk, tingkat penggunaan dibedakan menjadi:
-
Penggunaan
ringan, yakni penggunaan yang dilakukan oleh kalangan konsumen yang bermotif
ingin mencoba-coba, sehingga mereka hanya datang untuk memesan mie level
terendah atau menu tertentu;
-
Penggunaan
menengah, yakni penggunaan yang dilakukan oleh kalangan konsumen yang bermotif
ingin memenuhi tantangan yang ditawarkan, sehingga mereka cenderung mengulangi
konsumsi untuk mencoba variasi menu dan level yang ditawarkan;
-
Penggunaan
berat, ialah penggunaan yang dilakukan oleh kalangan konsumen yang bermotif
loyalitas pada menu tertentu yang ditawarkan produk sehingga intensitas
konsumsi lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan ringan dan menengah.
§
Tahap
Kesiapan Pembeli
Tahap kesiapan
pembeli yang dapat diklasifikasikan dalam produk ‘Mie Setan Malang’ ialah
sebagai berikut:
-
Tahap
menyadari keberadaan produk;
-
Tahap
tertarik dan menginginkan produk;
-
Tahap
membeli.
§
Status
Loyalitas
Status loyalitas
pelanggan dapat diidentifikasikan dalam produk ini ialah:
-
Loyalis
berat, yakni terdiri dari kalangan pelanggan peminat makanan pedas yang
kemudian menyukai produk ‘Mie Setan Malang’ dan melakukan konsumsi secara
berlanjut;
-
Loyalis
terbagi, yakni terdiri dari kalangan pelanggan yang melakukan konsumsi terhadap
merk produk sejenis lainnya;
-
Loyalis
yang bergeser, yakni terdiri dari konsumen produk ‘Mie Setan Malang’ yang
beralih ke produk lain, dengan asumsi karena adanya merk produk lain yang lebih
fenomenal dan menarik, kekecewaan akan pelayanan produk, dan faktor-faktor
lainnya;
§
Sikap
Dalam variabel
sikap, terdapat dua jenis karakter sikap pelanggan produk, yakni:
-
Sikap
antusias, yaitu respon positif pelanggan terhadap produk yang diekspresikan
dengan tingginya intensitas maupun kuantitas pembelian
-
Sikap
kurang antusias, yaitu respon yang kurang menunjukkan adanya kepuasan maksimal
oleh pelanggan saat mengkonsumsi produk.
|
Komentar
Posting Komentar