REVIEW FILM THE LAST SAMURAI & KOLERASINYA DENGAN AKUNTANSI INTERNASIONAL
REVIEW FILM "THE LAST SAMURAI"
Selama menjadi tawanan samurai, Algren mendapatkan perilaku baik layaknya seorang tamu, bahkan Algren juga dirawat dengan baik oleh Taka (istri Hirotaro) yang telah dibunuhnya. Algren juga menyampaikan maaf pada Taka, namun Taka mengatakan bahwa suaminya meninggal dengan terhormat, dan Algran hanyalah menjalankan tugasnya. Setiap hari ia diundang menemui katsumoto untuk sekedar bercakap-cakap dengan alasan ingin mengenal musuhnya dengan baik. Hari demi hari menjadi tawanan sekaligus teman bicara Katsumoto membuat Algren terkesan dengan kehidupan para samurai yang disiplin, teratur, setia pada tanah kelahiran, adat istiadat, dan leluhur. Algren mulai mempelajari bela diri samurai dan dengan cepat ia menyerapnya.
Tiba waktunya Algren dilepaskan
tawanannya dan diantarkan ke kota untuk bergabung dengan Omura (resimennya).
Dengan berat hati Algren meninggalkan desa samurai. Sesampai di resimennya,
Algren sangat terkejut dengan kemajuan peralatan perang yaitu senjata yang
semakin canggih Meriam howitzer dan pasukan yang lebih terlatih dari
sebelumnya. Hingga pada suatu malam Algren mendapat kabar bahwa katsumoto telah
ditangkap dan akan dibunuh. Kemudian Algren menyusup untuk membantu Katsumoto melarikan
diri, dalam pertempuran ini anak lelaki Katsumoto tak terselamatkan.Algren dan para samurai lalu kembali
ke desa untuk mempersiapkan perang melawan pasukan jendral Omura. Algran
memutuskan untuk bergabung dengan pasukan samurai. Pertempuran berlangsung
sengit, diawal dimenangkan pasukan samurai. Namun karena adanya senjata canggih
Meriam howitzer membuat pasukan Samurai tumbang, hingga hanya katsumoto dan
Algren yang tersisa. Katsumoto ingin mati terhormat dengan meminta Algren
menikamkan samurai yang ada ditangannya kepadanya. Kematian Katsumoto dianggap suku
samurai sebagai kematian sempurna, karena meninggal dimedan perang demi
mempertahankan jati diri, kesetiaan pada leluhur, keberanian dan harga diri.
Akhirnya, Algrenlah samuarai yang terakhir. Ia kembali ke desa untuk menetap
disana.
“The Last Samurai dan Hubungannya Dengan
Akuntansi Internasional”
Dalam
film ini terdapat hikmah yang dapat dipetik berkaitan dengan akuntansi
internasional:
1.
Dalam kaitannya dengan standar akuntansi
atau bisnis Internasional bahwa apa yang telah
kita hilangkan dari nilai-nilai lokal ketika kita
menerapkan satu standar bisnis di suatu negara? Sebaiknya Kita harus menyadari bahwa nilai-nilai tradisi lokal
telah dibangun dan dikembangkan melalui pengalaman berharga, teknik-teknik untuk melindungi lingkungan lokal
mereka dan keterampilan untuk menangani konflik sosial selama berabad-abad.
Oleh karena itu tidak seharusnya kita mengacu 100% standar akuntansi
internasional. Kita harus memasukkan unsur-unsur lokal yang sesuai dengan
kebudayaan Negara kita. Sebagai misalnya yang sudah berkembang di Indonesia,
dimana Indonesia adalah Negara yang sebagian besar penduduknya muslim. Pada
masa sekarang terdapat banyak institusi
keuangan berbasis syari’ah yang berdiri di Indonesia.
2.
Adalah sangat
penting untuk memperkenalkan dan mengetahui etika dengan baik, mengetahui adat
dan tradisi lokal sebelum kita mengembangkan dan menerapkan globalisasi. Karena
dengan memahami kehidupan mereka, kita dapat mengambil keputusan keuangan yang
tidak dapat merugikan pihak manapun. Jadi kita sebagai akuntan tidak harus
seperti Omura dan orang-orangnya yang membuat keputusan bisnis dengan
perspektif secara individual tanpa mempertimbangkan keputusan lokal. Ketika
kita mengabaikan budaya sendiri, informasi yang salah mengenai mereka, menolak keberadaan
mereka, atau berusaha untuk menyerangnya, hal ini dapat menyebkan perang
saudara (emosi ekstrim).
3.
Sebagai seorang
pemimpin tertinggi sangatlah penting untuk menghargai nilai-nilai lokal sebelum
melakukan degradasi dan modernisasi. Komunikasi internal harus menjadi kunci
utama untuk komunikasi eksternal. Jangan mudah terhasut oleh pihak luar yang
berusaha memasukkan unsur budaya yang tidak sesuai dengan kepribadian/ jati
diri bangsa kita.
4.
Akuntan harus memiliki kompetensi
mental, intuitif , dan emosional untuk memahami nilai-nilai
lokal dan internasional . Akuntan dapat menggunakan nilai-nilai tradisional
atau lokal sebagai paradigma untuk mengembangkan standar akuntansi
internasional . Standar akuntansi internasional harus mampu mengintegrasikan
semua perbedaan dalam bisnis tanpa menghilangkan kearifan lokal.
“Mengutip kata-kata terakhir Kaisar di film The Last Samurai, "We can be modern country, we are wearing western clothes, we have railway, but we cannot forget WHO WE ARE."
“Mengutip kata-kata terakhir Kaisar di film The Last Samurai, "We can be modern country, we are wearing western clothes, we have railway, but we cannot forget WHO WE ARE."



Jika artikel ini bermanfaat bagi anda silahkan dikomen yah :) salam sejahtera :)
BalasHapus