You must be Happy and grateful Moslem
You must be Happy and grateful Moslem
Catatan hidup manusia, yang di takdirkan oleh Allah swt Sungguh beraneka ragam, namun sejatinya berlalu dalam dua keadaan: kadang kita merasa sempit dan kadang lapang, Kalau tak mendapat nikmat yang berlimpah ya mendapatkan musibah, kalau tak beruntung ya merugi, kalau tak menanjak ya menurun.
Apakah anda mukmin sejati yang selalu bahagia?????????
biasanya disaat kita mendapatkan kebahagiaan, kecukupan harta, kemewahan, jabatan kita lupa akan Allah swt, namun pada saat kita sedang di uji, kemiskinan, apa yang kita lakukan???? kita khusuk beribadah, berdo’a, selalu ingat padanya, berusaha dan selalu lapang. namun sesungguhnya berbahagialah dan bersyukurlah kalian apabila kita bisa melalui ujian tersebut, karena dengan begitu kita akan mengetahui bagaimanakah arti kehidupan ini sebenarnya. dan seandainyapun kita nanti menjadi seorang khalifah kita akan menjadi seorang pemimpin yang berpihak ke rakyat kecil , jujur (tidak korup), bertanggung jawab dan dapat di percaya, tentunya dengan di landasi keimanan yang kuat. Sebagaimana kata bijak” Masalah kesukaran , Kesulitan adalah guru yang hebat, maka beruntunglah mereka yang bersahabat dengan mereka yang terus membuka mata, telinga bahkan akal budinya.
Kita tahu bahwa dalam kehidupan untuk meraih sebuah bintang yang begitu tinggi dan indah tidaklah mudah. Di butuhkan perjuangan , pengorbanan (jauh dari keluarga yang sangat kita cintai), waktu yang begitu lama, menguras fikiran, tenaga dan tentunya biaya yang tidak murah.Keberanian untuk mengambil resiko untuk bangkit memang sangat berat. kita merasa bahwa mula mulanya sangat berantakan tapi yakinlah suatu saat kehidupanmu akan lebih bermakna. semua akan berjalan dengan baik apabila kita mempunyai trik-triknya berikut:
Berpola fikir positive, berdo’a, yakin, berbuat, mencinta dan menjadi besar dalam segala hal, Jadilah orang-orang yang percaya pada Allah, pada sesama, Pada masa depan, dan pada diri anda sendiri. tetap sabar, ikhlas Walaupun di tengah perjalanan terhadang oleh badai yang sangat menerkam.
Tidak ada satupun manusia yang sepanjang hidupnya mengalami lapang terus menerus. Dan sebaliknya, tidak ada yang mengalami musibah terus menerus tanpa ada satupun pengalaman mendapatkan nikmat, kita pasti ingat dengan kata bijak, “Hidup seperti roda yang berputar, kadang diatas kadang di bawah” kita tidak dapat menghentikan perputaran roda alih alih berharap berada di atas terus . sehingga dari kata bijak tersebut kita dapat mengambil hikmahnya bahwa sewaktu kita berada diatas ingatlah kita pada yang di bawah kita. Infakkanlah sebagian harta kita untuk orang fakir miskin, salinglah berbagi kesesama,membangun masjid/mushola, gunakan harta kita untuk kepentingan di jalan Allah”semua karena Allah” agar mendapatkan ridhonya. karena sesungguhnya harta benda yang kita miliki tidak akan dibawa mati. Kita hidup di dunia itu hanyalah sesaat seperti kata pepatah jawa”urip mung mampir ngombe”.oleh karena itu dalam menghadapi musibah kita harus sabar, ikhlas dan tawakal Seperti yang di sampaikan di dalam Al-Qur’an, “kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai coba’an (yang sebenar benarnya ). Dan hanya kepada kamilah kamu di kembalikan”(Qs.Al-Anbiya:35)
Kelapangan dan kesempitan dalam hidup ibarat pergantian siang dan malam. Adanya adalah keniscayaan, ditolak tidaklah mungkin.Di terima secara paksa atau tidak, juga tak merubah ketentuan. Maka kalau kita gunakan alat ukur rataan , normalnya semua manusia tidak akan pernah bahagia selamanya.Sebutkanlah jabatan, harta, penampilan rupawan, anak anak yang cerdas, sanjungan manusia, sebagai sumber sumber kebahagiaan. Alih alih khawatir tidak bahagia kalau semuanya itu hilang, tak hilangpun manusia akan menyempit dadanya saat berambisi untuk mendapatkan lebih dari itu. Tidak puas, selalu merasa kurang, sehingga hilang kebahagiaannya.
Sementara manusia rata rata adalah manusia yang berkemampuan mencicipi kebahagian yang sesaat, ada pula segolongan manusia yang dikabarkan oleh Rosululloh sebagai manusia tanpa batas, Mereka diatas rata-rata. Kebahagiaannya tahan lama. Sedihnya wajar tak sampai membinasakan. Mereka adalah orang orang mukmin. Rosululloh bersabda, “Sesungguhnya munakjubkan urusan orang mukmin, semua urusannya baik baginya dan kebaikan itu tidak dimiliki kecuali oleh seorang mukmin” apabila dia mendapat musibah dia bersabar dan itulah yang terbaik untuknya (HR. Muslim).
Di dunianya orang orang mukmin, segalanya baik. Dukanya adalah tafakkur, kegagalannya adalah perbaikan, musibahnya berubah kesabaran, sedangkan itu semua tak mengurangi rasa syukurnya.” Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka yang tidak (pula) mereka bersedih hati. “(Qs. Yunus:62).
Dalam surat tersebut tersirat ajakan agar orang-orang beriman tampil di panggung kehidupan secara berbeda. Kalau yang tak punya keimanan bolehlah bersedihhati karena dunia , tapi yang beriman jangan. Orang yang hidupnya tak bersandar pada Allah sempit dada, silahkan dan sepantasnya demikian. Tapi yang beriman tak boleh. Kalau ada mukmin, atau sedang menetapi jalan menuju mukmin, maka anda wajib bahagia. Wallahu A’lam Bissowab.
Malang, 15 Desember 2011
Hamba Allah
Komentar
Posting Komentar